66. AL MAAJID (Dzat Yang Maha Mulia) Orang-orang yang memiliki setitik iman merasa putus asa didalam neraka menerima siksaan yang sangat pedih. Kemudian Allah Ta'ala menemukannya dan menyelamatkannya karena setitik iman yang dia miliki. Oleh sebab itu dia sangat-sangat bersyukur kepada Allah Ta'ala sehingga dia benar-benar memuji Allah Ta'ala dengan kemuliaan-Nya. Dan orang-orang yang terakhir masuk syurga akan mendapatkan syurga yang luasnya seperti empat kerajaan ditambah 70 bidadari. Bisa kita bayangkan bagaimana dengan orang-orang yang terdahulu masuk syurga? A. Sisi Tafakkurnya Sejauh mana kesungguhan kita dalam mengharap dan memohon kepada Allah Ta'ala agar dimasukkan kedalam golongan orang-orang yang beriman? Serta bersabar didalam menerima hinaan dan cobaan dari manusia? dan seberapa banyak kita mengharapkan pujian dari manusia tetapi hina dimata Allah Ta'ala? B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang selalu mentauhidkan Engkau, bukan termasuk orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan. C. Sikap Orang Beriman Dia sangat yakin dengan kemuliaan Allah Ta'ala yang tidak pernah mengabaikan keimanan hamba-Nya walaupun hanya setitik. Dan dia ingin sekali diselamatkan oleh Allah Ta'ala diakhirat kelak, minimal memiliki setitik iman didunia ini. D. Sikap Orang Bertaqwa Dia sangat bersyukur dan benar-benar memuji Allah Ta'ala apabila dia telah diizinkan dan diakui sebagai orang beriman. Sehingga dia akan mempertahankan serta mempertebal keimanannya tersebut dengan sungguh-sungguh. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, tolonglah kami agar kami dapat mengendalikan hawa nafsu kami, sehingga kami dapat selamat diakhirat kelak. F. Sikap Orang Bertawakkal Yang penting dia telah berusaha dan berdo’a untuk mencari dan menjaga keimanan dengan sungguh-sungguh, sedangkan masalah hasilnya dia serahkan kepada Allah Ta'ala dengan bertawakkal. Bagi Dia, bertaqwa dan bertawakkal apabila berdo’a yang dia harapkan hanya dua hal. Yaitu bagaimana dosa-dosanya bisa diampuni dan amal-amalnya bisa diterima, sehingga timbangan amalnya (mizan) bisa berat kekanan. Sedangkan bagi orang-orang fasik, musyrik, kafir dan munafiq, timbangan amalnya (mizan) pasti berat kekiri. Karena sebanyak apapun amal yang dia lakukan akan hapus (tidak dihitung diakhirat), karena semua amalnya telah dibayar didunia, sehingga yang ada hanya dosanya. Dipadang mahsyar nanti semua manusia akan menerima buku catatan amalnya selama hidup didunia. Dan didalam menerima buku catatan ini ada tiga macam cara. Yaitu ada yang dengan tangan kanan, ada yang dengan tangan kiri dan ada pula yang dengan belakang punggungnya. 1. Orang-orang yang menerima catatan amalnya dengan tangan kanan, mereka langsung masuk syurga. 2. Orang-orang yang menerima catatan amalnya dengan tangan kiri, mereka akan dimasukkan terlebih dahulu kedalam neraka. Akan tetapi setelah semua dosanya terbalas, maka mereka akan dimasukkan kedalam syurga. 3. Orang-orang yang menerima catatan amalnya dengan belakang punggungnya, mereka akan masuk neraka untuk selama-lamanya. G. Sikap Orang Mukhlis Didunia ini dia akan menerima cemoohan, hinaan dari orang lain. Tetapi semua itu dia terima dengan ikhlas. Yang penting Allah Ta'ala mengizinkannya menjadi orang beriman. Dirinya dihina, direndahkan tidak masalah. Karena dia tidak pantas untuk dipuji dan dihormati. Karena yang pantas dipuji dan dimuliakan hanyalah Allah Ta'ala. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Maajid Apabila telah menjadi kholifah, maka ia harus bisa menjadi contoh seseorang yang diselamatkan oleh Allah Ta’ala sebab keimanannya. Ia memiliki sifat yang mulia karena keinginannya untuk menyelamatkan orang lain, dan ia suka sekali membantu orang lain. Yang paling cenderung ia selamatkan adalah aqidah orang agar bisa selamat, dengan memberikan nasehat-nasehat agar orang tersebut bisa beriman. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Al Maajid Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu dalam menemukan orang-orang yang memiliki setitik iman, agar kami dapat membantu mereka untuk mempertebal keimanan mereka. Agar manusia dapat mengetahui walaupun sekecil apapun keimanan yang ada didalam hatinya, tentulah Engkau akan memasukkan mereka kedalam syurga.